Judul : Mengenal Penerbit Indie
Resum
ke : ke-5
Gelombang : 20
Tanggal : 21 Juli 2021
Tema :
Narasumber : Mukminin,S.Pd,M.Pd
Bismillah..
Alhamdulillah,
malam kelima ini kelas menulis ditemani moderator handal mr brams untuk yang
kedua kalinya gelombang ke-20. Seru nii...
Narasumber
malam ini memulai menulis diusia 55 tahun,
usia inspiratif untuk dapat memunculkan ide-ide yang dahsyat. Terimakasih OmJay,
selalu mengeluarkan berlian indah disetiap pengisi kelas menulis. Semoga gelombang
20 dapat menetaskan berlian lebih bekilau karena di tempa para pengukir tinta
yang handal dan kompeten. Mantaps!
Kita akan berkelana bersama Pak Mukminin, untuk mengenal lebih dalam mengenal penerbit Indie, jujur saya baru kenal penerbit ini( ketahuan dech, kalau kurang baca). Pada zaman melinial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku, wah kesempatan baik untuk pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta, untuk mengoreskan tinta citanya. Menurut pak Mukminin, “ Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yg kita bayangkan”. Dulu bahkan sampai malam ini sebelum berkenalan dengan penerbit Indie, saya masih berfikir bahwa menerbitka sebuah buku pribadi akan sangat sulit kalau tak punya rekanan. Sebuah motivasi diri untuk terus menciptakan karya tak takut lagi kalau tak diterbitkan.
Seorang guru pasti bisa menulis baik
fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif
tersebut perlu kita tulis dan terbitkan buku
menjadi yg bermanfaat bagi orang lain/ pembaca. Benar sekali Pak
Mukminin, banyak disekitar teman sejawat yang bisa dijadikan inspirasi atau
ide-ide tulisan. Bergelayutan dikepala saya muncul sosok para guru yang bisa
dijadikan kisah inspiratif.
Kata-kata motivasi yang disampaikan
narasumber, seperti pecutan pelana kuda untuk terus berlari.
Seorang yang ingin menulis dan menerbitkan
buku, menurut narasumber adalah: perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5
tahapan yg harus dilalui:
1. Prawriting
a.. Tahap awal penulis
mencari ide apa yang akan ditulis dg peka terhadap sekitar ( Pay attention).
b. Penulis hrs kreatif
menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
c. Penulis banyak membaca
buku.
2. Drafting, penulis mulai menulis
naskah buku sesuai yang dengan apa yang
disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya
dg penuk kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk
menarik pembaca.
3. Revisi, setelah naskah selesai
maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan,
naskah mana yang perlu dibuang, naskah
mana yg perlu ditambahkan.
4. Editting/ Swasunting, setelah
naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan.
Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap
ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan
sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis
dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai
EBBI.
5. Publikasi , Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku
sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan buku.
Untuk
bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu
juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Perlu
komitmen tinggi.
Pertanyaannya narasumber,”Apakah Anda
sudah mempunyai pandangan penerbit yang akan menerbitkan buku Anda? Jawaban sudah
dijawab sejak awal menulis resume keempat ini. Bagaimana saya punya pandangan
penerbit untuk menerbitkan buku saya, jangankan kenal, malam ini saja baru
mengenal? Mengenal belum tentu sudah kenal loh...
karya Pak Mukminin yang laris manis
Narasumber malam ini, Pak Mukminin;
memberikan banyak peluang untuk Mengenal Penerbit Buku, yaitu Penerbit Mayor dan Penerbit Indie. Apa
perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini
:
1.
Jumlah Cetakan di penerbit mayor. Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya
cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual
di toko-toko buku. Penerbit indie, hanya mencetak buku apabila ada yang memesan
atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya
didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA
grup dll.
2. Pemilihan Naskah yang Diterbitkan. Penerbit
mayor, Naskah harus melewati beberapa
tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari
poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000
eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka
terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap
naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat,
harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan. Penerbit indie, Tidak
menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan;
tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta
tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami
terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan
tulisannya.
3. Profesionalitas. Penerbit mayor, Penerbit mayor tentu saja profesional dengan
banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka. Penerbit indie, kami pun
profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan
buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis,
harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara.
Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas.
Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah
penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan
bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat
isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).
4. Waktu Penerbitan. Penerbit mayor, pada
umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3
bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat,
tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah
penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur
kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam
waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan
dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit. Penerbit indie, tentu
berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat dalam
hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada
selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang
penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan
sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
5. Royalti. Penerbit mayor, kebanyakan penerbit mayor mematok royalti
penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis
setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku. Penerbit
indie, umumnya 15-20% dari harga buku.
Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status,
dll
6.
Biaya penerbitan. Penerbit mayor, Biaya
penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku
begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang
sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang
banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku
terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. Penerbit indie, Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing
penerbit. Antara penerbit satu dengan yang
lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
wah! 2 jam berkelana bersama Pak Mukminin dan mderator Mr Brams, membuat saya mengetahui tentang terbit menerbitkan buku. terimakasih Pak Mukminin atas ilmu yang disampaikan semoga tambah keberkahan
Malam
ini, hatiku berbunga-bunga seperti matahari pagi memberikan asupan ke dalam
tulang, artinya apa yang menjadi kebingungan atas sebuah karya apakah akan
terbit?dan bisa terbitkah? Sudah terjawab..semangat berselancar segores pena
karena sudah terisi tinta.
berkelana bersama penerbit, 21 Juli 2021


Benar bu, merasa dipecut banget untuk terbitkan buku dengan materi ini.
BalasHapusAamiin terima kasih resume yg bagus. Ayo tabung di blog dan terbitka buku
BalasHapusBenar..benar bunda. Semangat berkarya 💪
BalasHapusHayu kolaborasi bikin buku bareng
BalasHapusLuar biasa Bu Endang rapih runut dan lengkap
BalasHapuskereen resumenya. openingnya boleh nyontek nanti ya bu
BalasHapusJudulnya kereeen...sekeren opening dan closingnya,syuka bgt Bund👍
BalasHapusMantap Bu👍
BalasHapusTinggal dirapiin naskahnya... terbit, deh... semangat buu... Smoga diberikan kemudahan dan kelancaran... Aamiin
BalasHapusSenang membacanya 👍
BalasHapusBagus. Pertahankan semangat menulisnya bu :)
BalasHapusPena yang sudah terisi tinta akan selalu siap digores di halaman blog yang penuh warna. Selanjutnya, sederet cerita tentang penerbitan buku pun sudah siap menanti untuk melengkapi. Semoga tulisan yang bagus ini akan segera mampir di tempatnya yang layat, penerbit.
BalasHapus